Jangan Jadikan Harapan Sebatas Omong Kosong

Harapan adalah sesuatu yang diikuti dengan tindakan, jikalau tidak maka ia hanyalah angan-angan semata. Orang yang memiliki harapan menunjukan bahwa ia masih memiliki gairah dan semangat untuk hidup. Tapi, sungguh berbahaya jika harapan itu tak pernah dikejar.

Penyakit yang berbahaya bagi orang yang ingin sukses adalah khayalan tanpa aksi. Berapa banyak orang yang memimpikan sesuatu yang besar dan agung, namun tidak ada aksinya? Sehingga, cita-cita itu hanya berada dalam penjara angan-angan belaka.

harapan

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendapati seorang miskin yang berhasrat menjadi orang kaya dan memperbaiki taraf hidup. Namun karena tidak ada aksi, akhirnya ia hanya merasa dan terus menerus mencicipi derita kemiskinan.

Jikalau ingin sukses, maka buatlah rencana secara matang, kemudian realisasikanlah. Sukses adalah milik mereka yang telah menahan rasa sakit yang mendalam, terluka, namun tak pernah sedikitpun terlintas untuk menyerah. Bukan milik mereka yang hanya duduk dan berharap kebahagiaan akan datang.

Percayalah teman, ketika kita punya harapan dan diikuti dengan kesiapan menghadapi hidup, betapapun kejam dan sulitnya, namun kita akan menjadi manusia yang teruji bahkan dipuji.

Cobalah Simak kisah berikut ini, semoga bermanfaat dan membuat kita semakin mantap dalam memandang harapan juga kesiapan diri dalam merealisasikan hidup yang bermartabat.

Ada sebuah museum, di dalamnya terdapat lantai yang terbuat dari batu marmer, dan di pusat ruangan terdapat patung yang indah yang juga terbuat dari batu marmer.

Namun semua orang di dunia ini datang untuk melihat keindahan sang patung, sebaliknya, sang lantai hanya diinjak-injak.

Advertisement


Pada suatu malam sang lantai bertanya pada sang patung “wahai patung! mengapa kau selalu dipuji, sedangkan aku hanya diinjak-injak?”

Patung menjawab “kenapa? kau keberatan..??”

“JELAS…!!! kita berasal dari bahan yang sama, yaitu batu marmer, tapi kenapa kau yang selalu dipuji..??

Lantas patung pun berkata “kau pasti ingat saat kita diangkat dari dalam permukaan bumi yang bersuhu dan bertekanan sangat tinggi, dan pada hari selanjutnya, kita sama-sama dipahat.

Namun kau tak mau, kau sengaja menghancurkan dirimu agar sang pemahat tak dapat mengubahmu, kau hanya mau kesenangan tapi kau tak siap menerima rasa sakit”

“Jelas saja, rasanya sangat sakit!” sela lantai.

“Benar, namun aku selalu menahan segala rasa sakitku dan mempercayakan semuanya kepada sang pemahat, dan akhirnya aku menjadi indah seperti saat ini” lanjut patung.

Sang patung berkata lagi,”sekarang kau tidak berhak untuk menyalahkan diriku, karena sebenarnya kaulah penyebab hancurnya dirimu, kau sendiri yang secara tidak langsung ingin untuk diinjak-injak.”

Sang lantai pun hanya dapat terdiam tak mampu berkata kata dan menyesali dirinya.

prinsip 90/10Baca juga: Prinsip 90/10, Rahasia Kebahagiaan Yang Sederhana

Demikian artikel yang bisa kami bagikan, semoga bermanfaat dan senantiasa memotivasi kita dalam mewujudkan harapan menjadi kenyataan.

You may also like...